Pembelajaran Anak Usia Dini untuk HomeSchooling

mantaaap umm. jazakillaahu khairan

Ummu Aliyyah Ath Thabrani

Ada postingan notes dari Mba Farida Ilmiasari (praktisi homeschooling) yang sangat bermanfaat untuk para ibu yang ingin mengajar sendiri anak mereka di rumah. Yaitu materi apa saja yang harus diberikan kepada anak-anak selama proses belajar tersebut.
Aku sendiri ga berani bilang bahwa aku meng-homeschool-kan anakku (Ibrohim). Karena terus terang, alasanku mengajar anakku di rumah adalah karena aku malas bolak-balik ke sekolah untuk mengantarnya PAUD, ngebayangin sessi pas nyiapin seragamnya, belum lagi melewati sessi mengantuknya.. haddoh >_<
Di dalam notesnya, mba Farida Ilmiasari sangat disiplin dalam mengatur waktu belajar. Sedangkan aku, mengajar Ibrohim pada setiap sela-sela waktu luangku, dan pada saat dia dalam keadaan mood untuk belajar, misalnya hafalan surat-surat dalam perjalanan kami ke pasar… atau bahkan di dalam pasar, yaitu sambil mengenalkannya pada berbagai macam sayur mayur, ikan, dll. Kecuali untuk baca Iqro, yang mewajibkan untuk duduk manis sambil menunjuk huruf-huruf hijaiyyah… *ga mungkin kan gelar tiker di pasar sambil…

View original post 1,216 more words

Advertisements

Pendidikan berkarakter itu…

Di tengah gembar-gembor ‘pendidikan berbasis karakter’, rupanya sudah banyak orang bahkan instansi pendidikan yang latah dengan istilah tersebut. Saat ini kita bisa dengan mudah mendapati sekolah dan pondok pesantren yang menyematkan kata ‘pendidikan berbasis karakter’ untuk menarik minat calon murid. Ada pula istilah manajemen sekolah berbasis karakter, kemudian diklat pendidik berkarakter, bangsa berkarakter, pemimpin berkarakter, dan masih banyak lagi ‘karakter-karakter’ lain yang jika digunakan seolah mampu menaikkan mutu dari penggunanya. Tren pendidikan berbasis karakter ini terlahir dari kebutuhan para orangtua yang tengah mencari metode terbaik dalam mendidik anaknya dengan harapan tidak sekedar pintar tapi juga mempunyai karakter.


Mendapatkan karunia berupa seorang anak bagaikan mendapat ‘proyek’ luar biasa. Bisa disebut ‘proyek’ karena memiliki anak adalah suatu pekerjaan yang harus digarap dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Kalau proyek lain datangnya dari atasan atau bos, maka proyek mendidik anak ini datang dari Sang pencipta makhluk dan alam semesta. Seperti halnya sebuah proyek yang tergantung pada pelaksananya, maka sama halnya dengan seorang anak yang bisa menjadi Nasrani atau Majusi dengan sebab orangtuanya yang tidak beriman. Kita tentu tidak bisa berpangku tangan dengan mengatasnamakan takdir, ‘toh kalau anak kita ditakdirkan menjadi anak sholeh pasti dia akan tumbuh menjadi anak sholeh’. Pernyataan seperti itu tentu salah besar dan hanya keluar dari lisan orangtua yang frustasi dan putus asa. Manusia diberi kesempatan oleh Allah untuk berusaha, maka kita tidak boleh menyia-nyiakannya. Continue reading

ya Allah, ampuni aku

 Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepadaNyalah kamu dikembalikan.  Surat Al-Baqarah : 28

Jadi, dari mana Kitabmu akan diberikan?

Saat Yaumul Hisab, Allah akan memberikan kitab kepada kita dari sisi kanan atau kiri, maka Orang yang beriman akan mendapatkan kitab dengan tangan kanannya dan akan kembali ke keluarganya dengan bahagia. (Al-Insyiqaq 7-9) فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ (٧) فَسَوْفَ … Continue reading

Bisakah mendidik anak yang sundulan?

Senang itu, ketika engkau melihat anak-anakmu sedang akur bermain, tersenyum bersama, belajar bersama, makan pun bersama-sama. Nikmatnya…  dan  saat itu, dunia dan isinya pun serasa sudah kupunya.   Usia 3-4 tahun menurut kebanyakan orang adalah usia yang ideal bagi anak … Continue reading